Melakakukan Observasi
Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vitalpada pasien adalah tindakan perawatan kesehatan yang sangat penting. Setiap kali serangkaian observasi dilakukan,persetujuan yang valid harus didapat dari pasien.
1) Persetujuan (consent)
Ketika pasien tidak memiliki kapasitas untuk memberi persetujuan, sebagaimana pada semua keterampilan klinis, observasi dapat dilakukan jika hal ini memang merupakan yang terbaikbagi kepentingan pasien. Pernyataan ini merupakan bagiandari UK Mental Capacity Act 2005, yang merupakan Act of Parliament. Tujuan utamanya adalah memberi kerangka kerja secara legal untuk bertindak dan membuat keputusan atas nama orang dewasa yang tidak memiliki kapasitas untuk membuat keputusan bagi dirinya sendiri.
Ada 3 faktor penting yang perlu diperhatikan ketika menilai valid atau tidaknya persetujuan:
- Apakah pasien memiliki informasi yang cukup untuk membuat keputusan?
- Apakah pasien memiliki kapasitas yang cukup untuk membuat keputusan?
- Apakah pasien membuat pilihan secara sukarela?
2) Bagan observasi
Format bagan observasi cukup banyak berubah dari waktu ke waktu, sejak diperkenalkannya Early Warning Score, di mana kita dapat menilai dan melakukan perawatan pada pasien-pasien kita sebelum kondisi mereka menjadi kritis.
Semua pasien yang masuk ke rumah sakit harus memiliki catatan acuan untuk serangkaian observasi penting, acuan ini dikenal sebagai nilai awal (baseline). Perubahan apapun dari nilai ini akan memicu tindakan. Tentunya, pasien bisa saja sangat sakit sehingga datang dengan serangkaian pembacaan tanda vital abnormal,tetapi observasi tersebut masih tetap berguna untuk memantau pasien saat masuk ke rumah sakit sehingga kita dpat melihat ketika ada perbaikan pada kondisi pasien.
3) Suhu tubuh
Suhu tubuh diukur menggunakan thermometer elektronik klinis yang dikalibrasio atau thermometer timpani. Pada keperawatan anak, strip thermometer tempo Dot ‘smart material’.
Lokasi-lokasi untuk memeriksa suhu tubuh antara lain:
- Oral : thermometer diletakkan pada kantong sublingual posterior, di dasar lidah.
- Aksila : thermometer diletakkan dipertengahan ketiak, dengan lengan pasien diletakkan di depan dada. Lokasi yang sama harus digunakan untuk semua pencatatan; jangan pindah ke sisi ketiak lain.
- Rectum : thermometer khusus dimasukkan setidaknya 4cm ke anus orang dewasa atau 2-3 cm pada bayi. Pengukuran suhu dengan thermometer ini memebri pembacaan yang paling akurat disbanding lokasi lainnya.
- Telinga : untuk melakukan pembacaan di telinga, suatu alat yang dikenal sebagai thermometer membrane timpani yang dilapisi dengan selubung sekali pakai, dimasukkan ke saluran telinga. Alat ini menggunakan cahaya infrared untuk mengukur suhu tubuh.
Sumber : Boyd, Claire.(2012)panduan praktik klinis untuk perawat.jakarta.Erlangga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar